Bahaya Uang Palsu

Image

Kebutuhan dana kampanye sangat besar, ternyata membuat potensi beredarnya uang palsu juga menjadi sangat besar.

Peredaran uang yang sangat besar menjelang perhelatan akbar Pemilu membuat potensi praktik pemalsuan uang menjadi besar juga. Bayangkan saja, setiap partai menganggarkan dana kampanye mencapai Rp 100 milyar, sedangkan calon legislatif yang berniat duduk di kursi DPR RI harus merogoh kocek paling tidak Rp 1 milyar.

Catatan yang dihimpun Media Umat, kebutuhan dana kampanye tiap partai secara umum hampir di atas Rp 100 milyar. Partai yang mengalokasikan anggaran lebih dari Rp 100 milyar yakni Partai Nasional Demokrat (Nasdem) laporan awal dana kampanye mencapai Rp 138,977 milyar, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Rp 220,842 milyar dan Partai Golkar Rp 174,037 milyar.

Sementara Partai Demokrat sekitar Rp 268,091 milyar,  Partai Amanat Nasional (PAN) Rp 256,342 milyar dan Partai Hanura sekitar Rp 241,072 milyar. Paling bombastis menyediakan dana kampanye adalah Partai Gerindra yang mencapai Rp 306,580 milyar.

Adapun partai yang menyediakan anggaran kampanye kurang dari Rp 100 milyar adalah Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sebanyak Rp 69,704 milyar, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Rp 82,481 milyar, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Rp 96,771 milyar, Partai Bulan Bintang (PBB) Rp 47,407 milyar dan Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) sekitar Rp 36,382 milyar.

Hasil kajian Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Universitas Indonesia (LPEM UI), seorang calon legislatif (caleg) yang berniat menduduki kursi DPR RI rata-rata harus mengeluarkan dana sebesar Rp 1,18 milyar untuk kampanye. Bahkan angka tersebut menurut peneliti LPEM UI, Teguh Dartanto, naik empat kali lipat dari pemilu 2009 yang sekitar Rp 250 juta per caleg.

LPEM UI juga membuat rentang biaya kampanye caleg DPR.  Untuk caleg yang menyediakan biaya kampane kurang dari Rp 787 juta termasuk yang kurang/sedikit. Angka optimal sekitar Rp 787 juta-Rp 1,18 milyar, angka wajar Rp 1,18 – Rp 4,6 milyar, tidak wajar mencpai Rp 4,6 – Rp 9,3 milyar. Jika lebih dari Rp 9,3 milyar termasuk yang tidak rasional.

Sedangkan biaya kampanye seorang caleg DPRD provinsi yakni kurang dari Rp 320 juta (kurang/ sedikit), Rp 320 – Rp 481 juta (optimal), Rp 481 juta – Rp 1,55 milyar (wajar), Rp 1,55 – Rp 3 milyar (tidak wajar), lebih besar dari Rp 3 milyar (tidak rasional).

Kajian LPEM UI juga memperkirakan total dana yang akan bergulir selama Pemilu 2014 sebesar Rp 115 trilyun atau naik tiga kali lipat dari Pemilu 2009. Jumlah tersebut  menurut Teguh, hampir sama dengan proyeksi nilai investasi pemerintah untuk membangun PLTA di 12 waduk.

Ke mana aliran dana pemilu tersebut? Teguh menyatakan, ada tiga sektor yang bakal  mendapatkan aliran dana terbesar dari perputaran uang pada Pemilu 2014 yaitu industri kertas dan karton (18 persen), transportasi dan komunikasi (17 persen) dan industri tekstil, pakaian dan kulit (12 persen). “Pemilu 2014 ini merupakan sebuah peristiwa politik yang mampu memberikan stimulus perekonomian dan menciptakan lapangan kerja di Indonesia,” katanya.

Namun di balik bergeraknya ekonomi dari kegiatan pemilu tersebut karena kebutuhan dana kampanye sangat besar, ternyata membuat potensi beredarnya uang palsu juga menjadi sangat besar. Catatan Bank Indonesia, jumlah uang palsu yang ditemukan pada Januari 2014 sebanyak 11.720 lembar atau lebih banyak ketimbang Januari 2013 sebanyak 9.746 lembar. Sedangkan, pada Januari 2012, BI mendapati uang palsu sebanyak 7.696 lembar.

Bank Indonesia (BI) sebagai lembaga yang bertanggung jawab terhadap peredaran uang di Indonesia akan meningkatkan pengawasan terhadap peredaran uang palsu selama periode Pemilu 2014.

“Kita selama ini karena mengikuti kondisi pemilu, dari setiap 5 tahun kondisi sama dan terukur,” kata Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojobeberapa waktu lalu. Namun Agus menganggap, meski ada sedikit peningkatan peredaran uang palsu tersebut, tapi secara umum masih terkendali.  “Uang palsu ada sedikit meningkat tapi tidak besar. Itu sudah kita awasi,” tambahnya. Joe lian

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s