PERSAINGAN PARTAI POLITIK MAKIN PANAS

Pergantian calon-calon gubernur hingga dewan makin panas, terlihat banyaknya calon yang berbondong-bondong mendaftarkan dirinya untuk menjadi anggota dewan, hingga gubernur bagaimanapun caranya, persaingan  tak terhindarkan, kampanye – kampanye,orasi,umbul-umbul,pamled,ikut serta meramaikan peristiwa tersebut, tentu partai-partai politik baru kian bermunculan serta menambah jumlah partai politik di indonesia.

Akankah partai politik baru bisa menandingi partai – partai politik sebelumnya, seperti DEMOKRAT,PDIP,PPP,PKS,GOLKAR,PKB dan partai besar lainnya? Mungkin, itu bisa terjadi jika partai tersebut lebih dekat dengan rakyat, kampanye besar-besaran,lebih kuat argumen –argumennya hingga dapat meluluhkan hati  rakyatnya.

Persaingan dalam hal ini memang sudah tak asing lagi, bahkan secara besar – besaran pun dilakoni agar partai pilihan tersebut  masuk ke dalam kategori teratas,  maximal dapat menduduki lima hingga sepuluh besar, dari kurang lebih empat puluh partai politik di Indonesia, karena itu  sangat berpengaruh besar mendapati posisi aman pencalonan.

Partai politik baru kali ini dahsyat dapat menyaingi partai besar dari segi kampanye hingga dalam bentuk periklanan, dan itu menelan biaya yang tak terhitung banyaknya. Seperti salah satunya partai NASDEM (nasional demokrat) yang sekarang menduduki peringkat ke empat dari partai besar seperti, GOLKAR,PDIP dan DEMOKRAT, prestasi ini sangat meningkat dengan drastis bahkan sangat cepat.

Rakyat  Indonesia memerlukan pemimpin – pemimpin yang baik, itu terbukti dengan meningkanya partai baru, bukan hanya itu rakyat juga menginginkan sesuatu perubahan dalam negeri yang kacau balau ini, dari segi finansial maupun dari segi politik ekonomi serta budaya yang sangat domosili terhadap negeri ini, apakah partai islam tetap bertahan dan apakah ada partai baru islam.? didalam persaingan panas ini, itu tergantung masyarakat yang memilih, namun partai islam sekarang ini menduduki peringkat enam besar yaitu PKS setelah PAN.

Walaupun partai islam menduduki 10 besar, respon pemerintah mengenai partai islam sanagatlah minim dibandingkan partai non islam. Bagaimana ada partai islam baru jika yang ada tersisihkan. Dan semua itu kembali kepada masyarakat yang memilih system khilafah dengan memilih partai islam ataukah system demokrasi.[]Abdul mazid

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s