abd mazid

Teror Pornografi PDF Print E-mail
Wednesday, 04 May 2011 11:14
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuhu
Salam Perjuangan!
Alhamdulillah, kami bisa hadir kembali di ruang baca Anda dengan berbagai informasi yang hangat dan mencerahkan. Semoga Anda dalam
lindungan Allah SWT dan tetap semangat mendakwahkan Islam.

Pembaca yang dirahmati Allah, rasanya kita umat Islam tak pernah henti menjadi sasaran tembak para pembenci Islam. Di media massa, Islam selalu dipojokkan. Narasumber media dan media itu sendiri berusaha mengasosiasikan setiap peristiwa dengan Islam secara umum. Apakah itu kasus bom buku maupun NII.

Ambil contoh, kasus bom buku. Begitu bom di Utan Kayu meledak, mantan Kepala BIN Hendropriyono langsung tampil di televisi dan langsung menuduh bahwa yang meledakkan bom buku itu terkait dengan pengusung ideologi Islam dan ingin menghabisi penentang Islam. Hal yang sama dilakukan oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Teror (BNPT).

Belum-belum ia mengatakan pelakunya adalah mereka yang bercita-cita menegakkan syariah dan khilafah.

Media massa juga begitu. Setiap ada kejadian seperti itu mereka kelihatan tidak lagi memiliki sikap kritis. Mereka seolah menurut saja dengan
‘skenario’ yang dibuat aparat keamanan.

Belakangan terungkap, pelaku bom buku tak terkait dengan tuduhan-tuduhan itu. Mereka adalah orang-orang yang memiliki motivasi bisnis.

Lagi pula secara akal sehat, bagaimana mungkin orang mau menegakkan syariah dan khilafah dengan cara mengebom? Di mana logikanya? Apakah dengan aksi kekerasan akan membuat pemahaman umat berubah?

Di sinilah kita menangkap adanya upaya sistematis untuk terus menerus menjadikan Islam itu sasaran stigmatisasi negatif. Cara seperti ini sama seperti yang dilakukan oleh pemerintah Barat di negaranya. Mereka menakut-nakuti warganya agar tidak berpaling kepada Islam.

Pembaca yang dirahmati Allah, di tengah hiruk pikuk kasus terorisme dan NII banyak orang tak sadar bahwa kita sedang diteror oleh pornografi. Materi-materi pornografi beredar sangat luas sehingga tak lagi memilih sasaran penikmatnya. Bocah-bocah ingusan menjadi bagian yang tak terpisahkan.

Dampaknya, banyak bocah ingusan kini pun menjadi korban pornografi. Mereka melakukan tindakan asusila. Sungguh ini sebuah kenyataan yang menyayat hati. Tak pernah terbayangkan sebelumnya bagaimana bocah-bocah di bawah umur itu melakukan tindakan yang bejat tersebut.

Kondisi ini kian marak ketika negeri ini mengambil liberalisme sebagai asas kehidupan. Semua serba bebas, bahkan lebih bebas dibandingkan di
negara asalnya sana. Inilah yang kami angkat dalam laporan utama kali ini.

Pembaca yang dirahmati Allah, tak lupa kami mengangkat isu NII KW9 di rubrik Fokus. Ini penting sebab banyak di antara kita yang belum tahu sebenarnya apa sih NII itu dan bagaimana sepak terjangnya di tengah masyarakat.

Kami berharap para pembaca bisa memperoleh gambaran ringkas tentang gerakan itu dan menilai sendiri. Kami berharap dengan gambaran ini tidak ada lagi umat Islam yang jadi korban.

Akhirnya kami berharap sajian kami kali ini bermanfaat bagi Anda. Mari tularkan pemahaman kita kepada saudara-saudara kita yang lain.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuhu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s